Wisata halal sebetulnya tak jauh berbeda sama wisata pada umumnya. Wisata halal ialah konsep wisata yang memudahkan wisatawan Muslim untuk memenuhi kebutuhan berwisata mereka. Kebutuhan itu antara lain : adanya rumah makan bersertifikasi halal, tersedianya masjid/musholla di tempat umum, adanya fasilitas kolam renang terpisah antara pria dan wanita, dan lain-lain.

Dan ini sama sekali bukanlah mengganti sebuah bentuk budaya atau sosial yang sudah ada. melainkan lebih untuk melengkapi fasilitas pendukung pasar. Tak dapat dipungkiri sampai saat ini pasar wisata, khususnya di bali, untuk pasar domestik masih mengandalkan pasar dari pulau pulau yang notabene penduduknya kebanyakan muslim.

Wisatawan ke bali ialah untuk melihat keindahan alam dan budayanya. Jadi kita pun memiliki kewajiban untuk tetap menjaga alam dan budaya tersebut . Dengan juga melihat kebutuhan pendukung dari pasar itu sendiri. Bagaimana membuat orang yang berkunjung ke bali dan menghabiskan dana yang cukup besar, yang berakhir pada peningkatan PAD nya, untuk menjadi lebih nyaman lagi…..

sign board mrs sisca Halal Bali Tour | Haramain Holiday Phone/ WA :  081239991001

WISATA HALAL, SEPERTI APA?

Wisata halal sendiri baru mulai diketahui beberapa tahun belakangan ini seiring dengan semakin meningkatnya kesadaran wisatawan khususnya wisatawan muslim akan tersedianya makanan halal. Selama ini memang yang lebih dikenal ialah wisata religi khususnya di pulau jawa dimana wisata religi sering mengunjungi situs situs keagamaan seperti makam wali songo atau makam wali pitu di bali, ataupun mendatangi masjid masjid tua.

Bila Wisata religi lebih mengutamakan aspek lokasi atau objek / sejarah destinasi maka wisata halal cakupannya lebih luas. Secara prinsip berwisata halal hampir sama dengan wisata pada umumnya. Dimana wisatawan berwisata menghadiri tempat tempat wisata seperti biasanya. Hanya kemudian pemilihan tempat makan, mutlak ialah tempat makan yang menghidangkan halal food, Pemilihan hotel ialah yang tanpa alcohol dan lain lain yang mana penyediaan produk dan jasa wisata bagi konsumen (dalam hal ini yaitu muslim) sesuai hukum islam.

Ada 6 kebutuhan pokok wisatawan muslim dalam mereka berwisata

  1. Makanan halal
  2. Fasilitas sholat / ibadah
  3. Kamar mandi dengan air untuk wudhu
  4. Servis saat ramadhan
  5. Pencantuman / penjelasan tentang makanan yang tidak halal
  6. Fasilitas rekreasi yang tidak bercampur ( bisa juga menjadi pilihan sesuai situasi dan kondisi)

Dalam sebuah program tour yang berlabel halal, pemilihan rumah makan / makanan harus dipastikan kehalalannya baik yang memiliki sertifikat halal dari MUI maupun keyakinan dan pengetahuan penyelenggara tour akan kehalalan produk makanan yang bersangkutan sesuai syariah. Bagian yang tak terpisahkan lainnya dari wisata halal ini ialah pemandu wisata yang juga harus menyesuaikan diri dengan wisatawan muslim, misalnya tak lupa untuk selalu mengingatkan waktu beribadah tepat waktu kepada wisatawan.

—-diolah dari berbagai sumber—

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *