TANAH SUCI BUKAN HANYA UNTUK ORANG SUCI

Tanah Suci bukan hanya untuk Orang Suci (Posisi foto mirror/kebalik)

Mungkin ini bukan ungkapan yang tepat bagian sebagian orang, tapi tidak bagi saya. 10 hari diberikan kesempatan mengunjungin Baitullah, membuat saya semakin yakin yakin bahwa Allah itu menerima sipapun mahkluknya tanpa membedakan seberapa hancur masa lalunya.

Saya sering mendengar banyak cerita dari para jemaah haji atau umroh yang baru pulang dari tanah suci. Seneng, haru, pengen tapi takut karena banyak sekali dosa yang sudah saya buat.

Banyak sekali ketakutan ketakutan yang meracuni pikiran saya bahwa nanti saya akan di adili disana. Akan begini akan begitu. Inilah salah satu faktor yang membuat saya kenapa tidak juga mendaftar haji.

Tapi Allah berkehendak lain, tanpa mendaftar, tanpa menabung dan tanpa persiapan apapun Allah memberikan undangan VIP itu GRATIS kepada saya melalui guru dan mentor saya. Iya gratis…. plus uang sakunya. Beliau dengan humble dan kerendahan hati menawarkan saya untuk pergi ke tanah suci. Langsung lemes dan menetes air mata saya cuy.

Ngga main main euy, jika Allah sudah mengundang tidak ada yang tidak masuk akal. Jika selama ini saya hanya mendegar dongeng dari kajian Ust Yusuf Masyur tentang umroh gratis, atau mungkin cerita dari orang bisa umroh tanpa bayar, jujur saja brad, saya sering menganggapnya sebagai cerita sebelum tidur. Bukannya saya ga percaya, tapi saya gak nyangka hal itu akan terjadi pada saya.

Allah berkehendak lain, Allah mengundang saya untuk kesana.

Mungkin Allah ingin menunjukkan bahwa saya salah, dan ternyata anggapan saya 1 milyar persen salah. Banyak pengalaman mental dan spiritual yang saya dapat disana. Bisa jadi, bagi sebagaian orang umroh atau haji adalah hal biasa, tapi bagi saya ini adalah adalah pengalaman lahir bathin yang Insya Allah akan banyak merubah saya.

Alhamdulillah saya sekarang sudah tiba di rumah dengan sehat wal afiat, dan bisa kembali menuliskan sedikit cerita saya setelah kurang lebih 12 hari Detox Internet.

Insya Allah saya akan ceritakan 10 hari perjalanan spiritual saya, mulai tentang lalat, dipayungi malaikat ataupun balasan kontan atas keisengan, kenakalan dan kesombongan saya. Jika selama ini anda mendengar cerita umroh versi religi anda akan denger versi komediā€¦.hahahahaay..Tukang branding pergi umroh

Terima kasih buat Terima kasih buat para sahabat dan sanak saudara yang sudah mendoakan saya sehingga saya bisa lancar kembali di sini.

Million thanks to: Allah swt, Ibunda termulia, istri saya tercinta Yeni Nursusanty, mr X (sang penyampai undangan), mandon Nunik , keluarga besar Grades dan keluarga besar Pesantren Digital Indonesia

Dengan segala kerendahan hati saya sangat berterima Kasih.

Have Grades Day

Braderkay Artfreak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *