WISATA HALAL? SEPERTI APA?

betutu halal bu linaKetika kita berbicara tentang liburan, berwisata, maka dalam pikiran kita adalah kenyamanan. Baik nyaman dalam perjalanan, di destinasi wisata atau juga dalam pemenuhan kebutuhan konsumsi wisatawan. Kenyamanan dan ketersediaan dalam urusan makanan yang halal menjadi sangat penting khususnya bagi wisatawan muslim. Wisata halal sendiri baru mulai dikenal beberapa tahun belakangan ini seiring dengan semakin meningkatnya kesadaran wisatawan khususnya wisatawan muslim akan ketersediaan makanan halal. Selama ini memang yang lebih dikenal adalah wisata religi khususnya di pulau jawa dimana wisata religi banyak mengunjungi situs situs keagamaan seperti makam wali songo atau makam wali pitu di bali, ataupun mengunjungi masjid masjid tua. Jika Wisata religi lebih mengutamakan aspek lokasi atau objek / sejarah destinasi maka wisata halal cakupannya lebih luas. Secara prinsip berwisata halal hampir sama dengan wisata pada umumnya. Dimana wisatawan berwisata mengunjungi tempat tempat wisata seperti biasanya. Hanya kemudian pemilihan tempat makan, mutlak adalah tempat makan yang menyajikan halal food, Pemilihan hotel adalah yang tanpa alcohol dan lain lain yang mana penyediaan produk dan jasa wisata bagi konsumen (dalam hal ini adalah muslim) sesuai hukum islam. Saat kita memutuskan untuk berwisata ke pulau pulau / destinasi wisata yang komunitas muslimnya banyak seperti pulau jawa atau Lombok maka kita tidak akan terlalu sulit menemukan rumah makan atau hotel yang halal. Berbeda ketika kita jalan jalan berwisata ke bali misalnya, dimana mayoritas adalah non muslim makan urusan makanan dan ibadah ini akan cukup merepotkan karena ketersediaan nya bisa dikatakan terbatas. Ada 6 kebutuhan pokok wisatawan muslim dalam mereka berwisata 1. Makanan halal 2. Fasilitas sholat / ibadah 3. Kamar mandi dengan air untuk wudhu 4. Pelayanan saat ramadhan 5. Pencantuman / penjelasan tentang makanan yang tidak halal 6. Fasilitas rekreasi yang tidak bercampur (bisa juga menjadi optional sesuai situasi dan kondisi)

Dalam sebuah program tour yang berlabel halal, pemilihan rumah makan / makanan harus dipastikan kehalalannya baik yang memiliki sertifikat halal dari MUI ataupun keyakinan dan pengetahuan penyelenggara tour akan kehalalan produk makanan yang bersangkutan sesuai syariah. Bagian yang tidak terpisahkan lainnya dari wisata halal ini adalah pemandu wisata yang juga harus menyesuaikan diri dengan wisatawan muslim, misalnya tidak lupa untuk selalu mengingatkan waktu beribadah tepat waktu kepada wisatawan. —-diolah dari berbagai sumber—

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *