BRADERKAY MY SPIRITUAL JOURNEY #3

My Spiritual Journey #3 Dancing Grandpa

Bukan hal yang aneh jika dalam setiap akan melakukan perjalanan haji atau umroh, para jamaah merasa nervous dan takut. Takut akan balasan kontan dari apa yang pernah kita lakukan. Ya sama..saya juga takut banget. Apalagi setelah mendengar cerita cerita diluar nalar yang saya denger dari beberapa jamaah.

Alhamdulillah saya ketemu ustad pembimbing dari perjalanan saya. Ust Hery Pria Arma namanya dari Raphita Wisata. Beliau berhasil meyakinkan jamaahnya bahwa umroh itu tidak seserem yang kita kira. Nyamanlah pokoknya, tengkyu rekomendasinya brader Sidiek HaramainBali Holiday

Pagi itu masih di nabawi sehabis dhuha, saya pulang. Sebagai kenang kenangan pengenlah berfoto disana.

Karena sendirian, minta tolonglah saya kepada jamaah lain untuk memfotokan saya. Nah pas berpose, tiba tiba ada seorang kakek tua, bawa tongkat dan keliatan lemah langsung joget sambil tertawa didepan saya dengan maksud menghalangi saya foto.

Kontan saya ngakak juga, dan inget kelakuan saya. Saya sering gangguin orang lagi foto, ikutan selfie..atau iseng ikutan foto keluarga meskipun itu bukan keluarga saya.

Yes..disana saya dibales, dan yang bikin nyesek yang bales bukan anak muda, tapi kakek kakek lemes yg keliatannya ga mungkin banget bakal iseng…..hehehe wallahu alam. Banyak banget hal tak terduga

Have grades day

Braderkay Artfreak

TANAH SUCI BUKAN HANYA UNTUK ORANG SUCI

Tanah Suci bukan hanya untuk Orang Suci (Posisi foto mirror/kebalik)

Mungkin ini bukan ungkapan yang tepat bagian sebagian orang, tapi tidak bagi saya. 10 hari diberikan kesempatan mengunjungin Baitullah, membuat saya semakin yakin yakin bahwa Allah itu menerima sipapun mahkluknya tanpa membedakan seberapa hancur masa lalunya.

Saya sering mendengar banyak cerita dari para jemaah haji atau umroh yang baru pulang dari tanah suci. Seneng, haru, pengen tapi takut karena banyak sekali dosa yang sudah saya buat.

Banyak sekali ketakutan ketakutan yang meracuni pikiran saya bahwa nanti saya akan di adili disana. Akan begini akan begitu. Inilah salah satu faktor yang membuat saya kenapa tidak juga mendaftar haji.

Tapi Allah berkehendak lain, tanpa mendaftar, tanpa menabung dan tanpa persiapan apapun Allah memberikan undangan VIP itu GRATIS kepada saya melalui guru dan mentor saya. Iya gratis…. plus uang sakunya. Beliau dengan humble dan kerendahan hati menawarkan saya untuk pergi ke tanah suci. Langsung lemes dan menetes air mata saya cuy.

Ngga main main euy, jika Allah sudah mengundang tidak ada yang tidak masuk akal. Jika selama ini saya hanya mendegar dongeng dari kajian Ust Yusuf Masyur tentang umroh gratis, atau mungkin cerita dari orang bisa umroh tanpa bayar, jujur saja brad, saya sering menganggapnya sebagai cerita sebelum tidur. Bukannya saya ga percaya, tapi saya gak nyangka hal itu akan terjadi pada saya.

Allah berkehendak lain, Allah mengundang saya untuk kesana.

Mungkin Allah ingin menunjukkan bahwa saya salah, dan ternyata anggapan saya 1 milyar persen salah. Banyak pengalaman mental dan spiritual yang saya dapat disana. Bisa jadi, bagi sebagaian orang umroh atau haji adalah hal biasa, tapi bagi saya ini adalah adalah pengalaman lahir bathin yang Insya Allah akan banyak merubah saya.

Alhamdulillah saya sekarang sudah tiba di rumah dengan sehat wal afiat, dan bisa kembali menuliskan sedikit cerita saya setelah kurang lebih 12 hari Detox Internet.

Insya Allah saya akan ceritakan 10 hari perjalanan spiritual saya, mulai tentang lalat, dipayungi malaikat ataupun balasan kontan atas keisengan, kenakalan dan kesombongan saya. Jika selama ini anda mendengar cerita umroh versi religi anda akan denger versi komedi….hahahahaay..Tukang branding pergi umroh

Terima kasih buat Terima kasih buat para sahabat dan sanak saudara yang sudah mendoakan saya sehingga saya bisa lancar kembali di sini.

Million thanks to: Allah swt, Ibunda termulia, istri saya tercinta Yeni Nursusanty, mr X (sang penyampai undangan), mandon Nunik , keluarga besar Grades dan keluarga besar Pesantren Digital Indonesia

Dengan segala kerendahan hati saya sangat berterima Kasih.

Have Grades Day

Braderkay Artfreak

BRADERKAY SPIRITUAL JOURNEY #2

==== Ini adalah bagian kedua dari artikel tentang perjalanan spiritual beliau saat melakukan ibadah umroh yang ditulis oleh Bapak Yayak Ekay Cahyanto, salah seorang jamaah umroh PT Raphita Wisata Bali yang berangkat via batam tanggal 14 November 2018 =====

My Spiritual Journey #2

Rawdah Legenda taman surga berkarpet hijau.

Tempat paling dicari yang diperebutkan oleh para jamaah untuk sholat dan berdoa di Masjid Nabawi adalah Al-Rawdah. Selain karena pahalanya akan dilipat hingga 1000kali, sholat di tempat itu seperti sholat di taman surga. Lokasinya Insya Allah diantara makam nabi dan mimbar dakwah.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda : “Tempat antara mimbarku dan rumahku adalah satu taman dari taman-taman surga. Dan mimbarku berada di atas telagaku.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Memperebutkan rawdah, seperti mencari rejeki menurut saya, sama seperti memperebutkan Hajar aswad. Mau jungkir balik sikut sikutan,kalo emang belum waktunya dapet ya ga bakal dapet.

Pada Rawdah pertama Alhamdulillah saya hanya dapat 1 kali sholat sunnah dan berdoa kurang lebih 10 menitan setelah antri kurang lebih 1 jam an. Itupun kurang maksimal euy, karena harus sujud di sela sela kaki jamaah lainnya, tapi tetep aja nangis.

Alhamdulillah rawdah kedua dan ketiga, saya bisa puas bertahajud, bebagai macam sholat sunnah bahkan ngaji hingga sholat subuh, Sekalian tuntas bacain titipan doa dari para sahabat dan kerabat. Alhamdulillah luamayan sukses jadi makelar doa.

Tips mendapatkan tempat di Rawdah: 1. Datang minimal jam 2 malem, lebih awal lebih baik agar kita bisa dapet tempat special.

2. Ambillah tempat duduk dekat makam rasul, depan mimbar atau dibawah tempat adzan. Karena kalo di tengah biasanya rawan pengusiran.Petugas akan mengusir jamaah yang terlalu lama disitu, agar bisa berganti dengan jamaah lainnya. Ada cara ngakalinnya, biasanya tetep berdoa tapi dengan gerakan sholat (pura pura sholat). Yang sholat biasanya ga diusir (tapi saya ga pake cara ini) Saya pasrah aja sama Allah minta biar ga diusir..Alhamdulillah dikabulkan… ahay

3. Jangan pelit. Mendapatkan tempat di rawdah seperti mendapatkan harta karun cuy, sehingga banyak jamaah yang tidak mau berbagi meskipun sekedar meminjamkan tempat untuk sholat 2 rakaat. Disitu keikhlasan kita diuji. Hal ini terjadi pada sebelah saya, dari jam 2 an dia sudah duduk disana tetap pas adzan subuh, datang petugas mengusirnya keluar dari rawdah. Kasian euy, dia sampe mohon mohon tapi tetep aja diusir. Jadi kasih aja pinjaman tempat kalo ada yang mau shalat, Insya Allah amanlah kita.

Oh iya yang membedakan rawdah dengan tempat lainnya adalah karpetnya. Masjid nabawi dominan berkarpet merah, cuman rawdah yang karpetnya ijo. Ngantri untuk dapet rawdah itu ada ring-ringnya. Berlapis lapis yang dibatasi sekat putih. Jadi saat ngantri jangan lupa perhatiin karpet bawah kita, begitu nginjek di karpet ijo..disitulah kencengin berdoa, karena sholat belum tentu bisa.

Ngeri ngeri sedaplah perjuangannya. Semoga semua sodara sodari muslim yang yang baca tulisan ini segera merasakan pengalaman sesungguhnya (bagi yang sudah pernah, semoga bisa kembali lagi)…Amiin

Have a grades day

BRADERKAY SPIRITUAL JOURNEY #1

===============

Bismillahirohmanirrahim

Dalam beberapa update mendatang kami akan mengupload cerita perjalanan ibadah umroh dari Bapak Yayak Ekay Cahyanto atau akrab disapa braderkay. Beliau adalah jamaah PT Raphita Wisata Bali yang berangkat umroh pada tanggal 14 sampai 24 november 2018

semoga bermanfaat…

Braderkay

My Spiritual Journey #1 Dirubutin lalat di Masjid Nabawi

Tanah suci banyak menyisakan cerita “misteri” misteri tentang keajaiban Allah , misteri tentang balasan kontan ataupun misteri misteri lain yang kadang susah kita nalar dan menjungkir balikkan logika normal. Tapi tidak bagi yang punya iman. (Kata pak Uztad)

Kurang lebih sekitar jam 12 malam kita nyampe di Jeddah, setelah perjalanan panjang dari Singapore. Begitu sampai jeddah kita lanjut naik bis ke Madinah, disini kita menempuh waktu Insya Allah 5 jam.

Sampai hotel taro amunisi, mandi mandi trus wussh kabur ke Masjid Nabawi untuk sholat subuh. Masya Allah, ga bisa dibayangin cuy, kalo dulu denger adzan yg keren cuman di radio sama di tipi, ini sekarang kita dengernya langsung..fiuuh Mendadak mellow, dan aer mata tak kuasa mrembes mili, seperti adegan film korea. Berbetah disana sayapun tetep pulang setelah duha, laper cuy.

Sampai hotel langsung cuss sarapan, cacing dan ular naga udah protes di perut saya. Begitu makan, banyak lalat euy, terbang terbang dan nemplok dimuka, mengganggulah pokoknya.

Jam 10an, setelah istirahat sebentar saya berangkat lagi ke nabawi, persiapan sholat dhuhur. Sampai di Nabawi mulailah melakukan ritual ibadah yang tidak bisa saya sebutin satu satu (karena saya takut anda kagum nantinya), dan disitu Lalat kembali mengganggu saya. Nempel dimuka, sliweran ga jelas atau sekedar ngegas ngegas deket telinga.

Pulang ke hotel, ceritalah saya ketemen sekamar, kalo di Madina banyak lalat. Yang saya heranin masa sih di tempat sebersih ini banyak lalat berkeliaran, sampai ke hotel juga cuy..bahkan dikamarpun ada 1 -2 lalat nemenin saya.

Hal ini terus berlanjut sampai sholat Maghrib. Sholatpun terganggu karena harus ngusir lalat dimuka saya. Disitu saya intropeksi, meratap memohon ampun atas semua yang sudah saya perbuat.

Saya yakin ini pasti karena kebusukkan dosa saya sampai lalatpun selalu merubung saya dimana mana.

Sampai pada satu titik saya sempet setengah protes, saya yakin orang di sekitar saya juga banyak dosa, tetap kenapa cuman saya yang dilalerin. Saya renungin kembali…kira kira dosa apa yang membuat saya dicintai laler sampai segitunya.

Disitulah Allah nunjukkin dan mengingatkan saya kejadian tadi paginya.

Jadi ceritanya, pas pulang masjid, di pintu keluar, ada seorang jamaah yang tertidur dengan mulut mangap dan dirubutin lalat bahkan sampai lalat masuk ke mulutnya, dia gak bangun juga. Disitu saya ketawa dan spontan nyletuk, Busset..ini orang akrab banget sama lalat. Kompak banget kombinasi item lalat dan item kulitnya.

Jleb, begitu inget..saya istigfar abis abisan dan mohon ampun atas celometan saya. Saya minta maap sejadi jadinya

Dan Masya Allah…dari saat itu saya ga dilalerin lagi sampai pulang kerumah. Bye bye lalat…kita pernah dekat..tapi kita bukan sahabat

Kalo liat apapun yang aneh disana, diem ajalah..ngomong dalam hati aja di bales, apalagi beran berani mbully…weh..

Wallahualam….inilah cerita hari pertama saya.

Have Grades Day

Braderkay Creativefreak

Like and Follow @braderkay

CATATAN PERJALANAN SRBC TOUR DE BALI

Sejatinya awalnya saya tidak terlalu paham tentang profil grup ini. Ketika diminta untuk bergabung dalam team pendukung kegiatan oleh sahabat saya mas khairul mahfuz tanpa pikir panjang saya mengiyakan, walaupun detil acara last minute baru diketahui.

Dan last minute juga saya baru menyadari ternyata leader dari group yang saya pandu rute perjalanannya adalah bapak Dr. H. Abdul Kharis Almasyhari. Beliau adalah Ketua Komisi I DPR RI yang membidangi pertahanan, intelejen, luar negeri. Sekaligus juga seorang pengusaha dan mubaligh.

Banyak pelajaran (karena kita seyogyanya harus terus belajar) yang bisa dipetik selama berinteraksi bersama beliau dan rombongan yang lain. Kesederhanaan, kekompakan, ibadah yang tetap terjaga adalah sedikit dari itu. Terima kasih mas khairul dan pak arya sandiyuda yang telah memberi kesempatan kepada saya untuk terlibat didalam kegiatan kemarin. Juga akhi Putu Abdullah room mate saya sekaligus teman diskusi saya selama 3 hari itu.. Semoga menjadi berkah untuk semuanya…

Aamiin

Haramain bali holiday tour “a halal travel in bali” www.halalbalitour.com

CATATAN SAFAR UMROH 24 OKTOBER 2018 BAGIAN 2

Catatan Saffar Umroh Kafilah PT Raphita Wisata 24 Oktober – 1 November 2018 bagian kedua

Setelah menempuh perjalanan selama hampir 9 jam, Alhamdulillah pesawat berbadan lebar airbus A330 lion air JT110 mendarat dengan mulus di bandara internasional King Abdul Aziz Jeddah pada jam 20.15 waktu Saudi. Setelah melalui proses imigrasi yang cepat, rombongan kemudian keluar airport dan langsung disambung dengan angin kencang, kilat dan beberapa saat kemudian hujan turun dengan cukup deras. Dikarenakan bus jemputan masih terjebak kemacetan dan belum bisa tiba di airport walhasil jamaah dievakuasi terlebih dahulu kedalam bus yang kebetulan kosong, Sambil menunggu hujan reda jamaah menikmati camilan kue dan makan malam nasi box yang dibagikan kemudian.

Sekitar pukul 11 malam perjalanan dilanjutkan dengan bus menuju madinah. Perjalanan Jeddah – Madinah ditempuh dalam waktu sekitar 4.5 jam dan tiba di kota nabi sekitar pukul 3 dinihari. Setelah pembagian kamar, jamaah beristirahat sejenak untuk kemudian menuju masjid nabawi persiapan sholat shubuh pertama. Dan Alhamdulillah beberapa jamaah sudah langsung bisa masuk ke raudhah pada saat kesempatan pertama saat sholat subuh ini. Dan setelah melewati makam rasulullah dengan bershalawat, kami melanjutkan dengan ziarah ke makam baqi yang terletak dibagian timur masjid nabawi. Hari pertama di Madinah diisi dengan focus untuk memperbanyak ibadah di masjid Nabawi.

Jumat 26 oktober setelah subuh agenda jamaah adalah ziarah. Dikarenakan hari jumat maka waktu keberangkatan jamaah untuk ziarah kota dimajukan menjadi jam 7 pagi dengan tujuan pertama adalah masjid quba. Disini jamaah sholat sunat 2 rakaat yang disambung dengan sholat dhuha. Dari Masjid Quba yang merupakan masjid pertama yang dibangun Rasulullah perjalanan dilanjutkan menuju kebun kurma, masjid qhandak, qiblatain dan berakhir di Jabal Uhud.

Selain ibadah di masjid, pada malam hari ba’da isya dan setelah makan malam, jamaah juga dikumpulkan di hotel untuk bersama sama melakukan manasik umroh yang dipimpin oleh muthowif ustadz joko. Dan esoknya setelah subuh dan sarapan jamaah mulai berkemas dan mandi wajib untuk selanjutnya memakai pakaian ihram. Ba’da dzuhur jamaah pun bersiap untuk berangkat ke mekkah dengan sebelumnya mengambil miqot dan niat umroh di masjid bir ali. Walaupun sempat diwarnai dengan insiden ban bus yang pecah tapi Alhamdulillah Sepanjang perjalanan ke mekkah bisa berjalan dengan lancar dan terus dihiasi kalimat talbiah hingga kemudian tiba di mekkah sekitar jam 9 malam…

SAFAR UMROH PT RAPHITA WISATA 24 OKTOBER 2018 BAGIAN 1

Catatan safar umroh PT RAPHITA WISATA 24 oktober – 1 November 2018

Alhamdulillah hari yang dinanti pun tiba. 24 oktober 2018 Pukul 04.30 jamaah umroh PT RAPHITA WISATA dari bali berkumpul di bandara ngurah rai untuk kemudian bersama sama terbang ke jakarta. Sedangkan jamaah dari kendari sudah terlebih dahulu berada di jakarta menunggu keberangkatan ke tanah suci.

Tiba di bandara soeta kami sudah dijemput team handling yang dikomandoi oleh mas rizki. Luar biasa, bahkan hanya untuk menemanipun ditolak halus dan kami dipersilahkan untuk duduk sambil menunģgu team mengambil bagasi.

Setelah semua bagasi lengkap kami kemudian dipandu menuju meeting point di terminal 2. Karena alasan kepraktisan, meeting point yang biasanya di blue point lounge diganti dengan saphire lounge. Begitu lengkap, jamaah kemudian diarahkan menuju saphira lounge untuk menikmati hidangan sambil menunggu saat keberangkatan.

Di saphire lounge ini jamaah bisa mengambil dan menikmati beraneka ragam makanan sepuasnya. Dari bubur ketan hingga salad semua tersedia. Ini adalah salah satu servis layanan dari perusahaan untuk jamaah khususnya yang berangkat melalui bandara soeta. Beragam response positif ditunjukkan jamaah yang tidak menyangka dengan fasilitas yang diberikan.

Jam 11.30 jamaah kemudian diarahkan menuju imigrasi dan lanjut ke ruang tunggu menunggu pesawat JT 110 yang akan menerbangkan kami menuju jeddah yang akan take off pukul 13.35…

Bersambung

MANASIK UMROH

Alhamdulillah…. Manasik dan sosialisasi umroh PT Raphita Wisata Bali berlangsung dengan lancar. Dihadiri Dan dipimpin langsung oleh Bapak Haji Imam Syafe’i Kepala urusan Haji Dan umroh kementerian agama kabupaten buleleng, juga Bapak Haji Nengah Sururuddin selaku ketua IPHI (ikatan persaudaraan haji sukasada) beserta sekretaris IPHi sukasada bapak Haji Hidayat. Serta ustadz Ahmad zaki selaku pimpinan pondok pesantren cahaya mukminin grokgak.

Acara berlangsung di pondok pesantren AL Iman Pegayaman sukasada buleleng. Semoga menjadi berkah untuk semuanya.

HONEYMOON MR SIGIT & MRS NANDA

Selain paket reguler group tour, HARAMAIN BALI HOLIDAY “a halal travel in bali” juga menyediakan paket honeymoon. dengan paket yang spesial kami berikan khusus untuk pasangan yang baru saja menikah atau yang sudah lama tapi ingin merasakan sensasi honeymoon.

seperti Mr. Sigit dan Mrs Nanda dari jakarta, yang merayakan pernikahan mereka dengan berbulan madu dari tanggal 15 sampai 18 Oktober 2018. walaupun dealing nya last minute sekali, siang deal kedatangan malam nya dihari yang sama akan tetapi tidak ada alasan untuk tidak memberikan pelayanan yang maksimal.

Tiba dengan flight terakhir dan baru turun  jam 01.00 dini hari langsung diantar ke vila Maha Shanti di Ubud untuk beristirahat. Hari kedua setelah menikmati sarapan  mereka kami ajak menikmati keindahan kintamani, penglipuran dan bersantai di The Kayon Jungle Tegalalang, kemudian kembali ke hotel untuk bersiap siap menikmati romantic candle light dinner di hotel.

hari kedua tour dari ubud setelah chek out kemudian menuju tanjung benoa, makan siang, pantai pandawa dan menikmati sunset romantic dinner di pantai jimbaran. kami memberikan surprise kepada mereka sebuah dekor dinner yang cantik sehingga membuat speachless karena tidak membayangkan akan makan malam dengan view sunset dan dibawah dekor cinta yang kami buatkan khusus untuk mereka.

dari jimbaran kami kemudian mengantar mereka untuk beristirahat di TAUM resort seminyak. sebuah resort yang tenang dan romantik dikawasan seminyak. dan dihari keempat kami memberikan kesempatan untuk relaksasi dengan menikmati SPA berdua yang sudah kami persiapkan. untuk kemudian chekout hotel dan mencari oleh oleh untuk kemudian terbang kembali ke jakarta.

semoga honeymoon ini menjadi kesan yang tak terlupakan untuk Mr. Sigit dan Mrs. Nanda. serta kami ucapkan “HAPPY WEDDING” semoga menjadi keluarga yang sakinah mawwadah warrahmah

MANASIK UMROH PT RAPHITA WISATA BALI

Sebagai salah satu bentuk pelayanan kepada jamaah, PT RAPHITA WISATA Perwakilan Bali mengadakan kegiatan manasik umroh kepada khususnya jamaah umroh yang akan berangkat dan juga kepada masyarakat umumnya.

Bertempat di Pondok Pesantren “Al Iman” desa Pegayaman kecamatan Sukasada Buleleng, kegiatan manasik umroh dilaksanakan pada hari ahad tanggal 14 Oktober 2018 dihadiri oleh sekitar 60 orang jamaah dari sekitar pegayaman dan sukasada.

Acara manasik ini sendiri juga didukung oleh IPHI (ikatan persaudaraan haji indonesia) kecamatan sukasada dimana ketua IPHI Sukasada Bapak Haji Nengah Sururudin yang juga sebagai pembina Ponpes Al Iman serta sekretarisnya Bapak Haji Hidayat langsung turun. Selain itu acara juga dihadiri oleh Bapak Haji Imam Syafe’i selaku Kepala Urusan Haji dan Umroh Kementerian Agama Kabupaten Buleleng serta Ustadz Achmad Zaki pembina Pondok Pesantren Cahaya Mukminin Pengulon Grokgak Buleleng.

Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua IPHI Bapak Haji Nengah Sururudin dilanjutkan oleh Bapak Haji Imam Syafe’i yang memberi pembekalan sekaligus rekomendasinya kepada Raphita Wisata. Setelah itu Ustadz Achmad Zaki juga memberikan tausiyah sebelum kemudian teknis pendaftaran serta company profile disampaikan oleh Bapak Sidiek Prastowo selaku perwakilan PT Raphita Wisata Bali.

Untuk kegiatan pelatihan manasik umroh langsung dipimpin dan dibimbing oleh Bapak Haji Imam Syafe’i dengan dibantu oleh Bapak Haji Hidayat. sebelum pelatihan thawaf juga diserahkan secara simbolis kartu proteksi jiwa asuransi bumiputera syariah kepada perwakilan jamaah.

Kartu proteksi jiwa syariah ini juga sebagai tanda perhatian kami, tidak hanya kepada jamaah yang berangkat juga kepada keluarga dari jamaah tersebut selama satu tahun dan bisa diperpanjang kembali.

Setelah pelatihan thawaf serta sa’i Acara kemudian diakhiri dengan foto bersama dan ramah tamah sebelum diakhir dengan sholat dzuhur berjamaah